Bismillahirrahmanirrahim.
Melihat suksesnya posting Ebook Java kemarin, saya ingin mengulangnya pada posting berbagi Ebook Android ini. Memang Java sangat populer sehingga banyak yang download, tapi sekarang Android mengikuti Java. Hari ini Mediafire mencatat sudah 1800-an download untuk ebook Java kemarin. Nah, bagaimanakah kalau saya coba membagikan ebook Android? Dalam satu paket ini ada ebook dasar-dasar, perkenalan, pembuatan aplikasi, penjelasan platform secara terperinci, bahkan deployment secara canggih dijelaskan. Seluruh ebook ini sasarannya sangat luas mulai dari pengguna awam sampai ahli. Ada lebih dari 20 ebook dalam satu paket ini. Silakan diunduh.
Showing posts with label tutorial. Show all posts
Showing posts with label tutorial. Show all posts
Sunday, December 2, 2012
Monday, October 1, 2012
Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 9
Matikanlah System Restore Anda. System Restore adalah fitur bagus
dari Windows. Konsepnya, jika Anda baru saja menginstal Windows, lalu
Anda membuat restore point hari ini, besok virus menyerang
Windows Anda, maka Anda bisa mengembalikan kondisi Windows persis
seperti hari ini. Itu gunanya. Sedangkan cara kerjanya adalah
menyimpan ke dalam folder RECYCLER dan System Volumen
Information di setiap drive Anda. Apa yang disimpan? Segala
macam perubahan. Termasuk exe yang dihapus, sebelum dihapus Windows
meng-copy-nya ke dalam folder itu. Juga DOC dan segala macam file.
Maka itu Windows bisa mengembalikan kondisi ke kondisi semula.
Perhatikan ini. Termasuk juga virus. Maka inilah System Restore yang
tadinya bagus menjadi berbahaya. Kenapa? Karena yang banyak
memanfaatkan System Restore ini justru virus, bukan pengguna. Justru
pengguna tidak pernah memakainya. Benar, bukan? Maka itu, mari
dimatikan saja.
Cara mematikan system restore:
- Buka Properties di My Computer.
- Buka tab System Restore.
- Pilih turn off.
bersambung...
Wednesday, August 29, 2012
Tips Mendownload File dan Mengelola Flashdisk
Tulisan
ini editan dari esai (ketika SMP) dengan judul sama dari blog
lama saya.
Bagi
Anda yang telah memiliki flash disk, dan suka men-download
file-file unik dari internet, penuhnya flash disk
adalah hal wajar. Dan yang pasti, isinya berantakan seperti ini ;)
- Jika suka meng-upload file, atau blogging seperti saya, maka flash disk Anda juga akan cepat penuh (dan berantakan).
- Jika men-download tapi di warnetnya jarang ada download manager, apa yang akan Anda lakukan? Mengambil download manager-nya sendiri dari website? Tentu disimpan di flash disk, bukan?
- Kemudian jika sering membersihkan virus di PC orang, tentu ada antivirus dalam flash disk.
- Punya antivirus seperti Avira, tentu rajin dong men-download updater lalu menyimpannya di flash disk? Namun tidak rapi, dan takut menghapus salah satunya. Kalau salah hapus kan berabe? Sudah bersusah download, malah dihapus.
- Untuk itu, Anda membeli flash disk kapasitas besar, 16 GB misalnya. Sebaiknya flash disk kapasitas itu dioptimalkan.
Maka
dari itu akan saya bahas di sini bagaimana memaksimalkan penggunaan
flash disk.
1)
Menata File Download Dalam Flashdisk
Penataan
sangat penting, karena flash disk yang semrawut membuat Anda
pusing mencari file, terutama file yang Anda lupa
namanya. Jika Anda meminjamkan flash disk tersebut, orang akan
sangat kesulitan memakainya (yang punya saja kesulitan, apalagi yang
tidak?). Nah, kini saatnya melakukan beberapa trik sederhana untuk
merapikan hasil download.
- Buatlah sebuah folder baru dalam flash disk Anda, dan namai dengan kata khusus download (misal dinamai “DOWNLOAD DARI INTERNET TARUH SINI!!!”). Ini adalah folder utama khusus download.
- Ketika men-download, buatlah folder khusus di dalamnya dan namai dengan tanggal download (misalnya 2 Desember) agar mudah dihapalkan. Kemudian masukkan langsung file-file yang di-download ke dalamnya. Kalau bisa langsung dari konfigurasi download manager. Cara seperti ini akan memudahkan ketika kita butuh file-nya, dan memudahkan pula ketika kita mau menghapus jika sudah usang (contoh: updater lawas).
- Sortirlah file-file Anda ketika Anda membutuhkannya. Ketika berada pada jendela Windows Explorer, klik kanan >Arrange icons by > type & show in groups. Ini akan memudahkan kita dalam mencari, karena file diurutkan berdasar tipenya.
2)
Mengamankan Flashdisk Dari Virus
Ini juga penting, keamanan. Pernahkah mengalami
rusaknya file-file eksekutabel karena ulah virus? Sality
misalnya? Pasti Anda jengkel sekali. Rasanya mau meremas si pembuat
virusnya. Hasil kerja kita seakan tidak dihargai, padahal uang 9000
habis untuk men-download file berukuran 600MB. Bagaimana
mengamankan flash disk? Mari kita lihat.
a) Antivirus
Siapkan selalu antivirus dalam flash disk
Anda. Usahakan bawa yang portable seperti PCMAV, SmadAV,
SimpleMachineProtect, ANSAV, dll. Tidak ada salahnya juga membawa
buatan luar seperti AVG atau AVIRA. Malah bagus karena semakin
lengkap perlindungan akan semakin baik. Oiya, jangan lupa pula scan
UFD setelah masuk PC warnet. Jangan sampai virus jahat dari warnet
masuk ke PC Anda.
Mengapa harus portable? Karena beberapa
warnet tidak mengizinkan instalasi software apa pun, kadang
malah tidak boleh menjalankan exe. Juga masalah kapasitas. Nah, jika
Anda menyertakan antivirus besar seperti Avast!, maka jika flash
disk Anda terkena virus asing, bisa segera ditanggulangi. Karena
untuk virus asing biasanya belum dikenali oleh antivirus domestik.
Juga untuk menolong orang yang kesusahan, karena saya pernah bertemu
orang yang komputernya diserang virus. Tanpa babibu saya coba install
antivirus. Ya alhamdulillah berhasil dan orangnya senang. Duh,
bahagia rasanya. Silakan coba, dan barangkali malah bisa jadi bisnis
buat Anda :)
b) Rename
Ketika Anda masih mencolokkan UFD di PC bersih,
hasilnya takkan terasa. Namun sangat berguna bila Anda mencolokkan
UFD Anda di PC terkontaminasi virus. Biasanya, virus aktif selalu
memonitor aplikasi yang dijalankan. Jika ada aplikasi yang memiliki
caption” antivirus” misalnya, maka otomatis di-kill oleh
si virus. Atau file yang namanya mengandung string
“antivirus”, akan di-stop. Bahkan dirusak agar tidak bisa
jalan lagi. Nah, untuk mengakalinya gantilah nama file
antivirus Anda dengan nama yang tidak ada hubungannya dengan virus.
Misalnya, saya menamai Avira dengan “tahutempe.exe”
untuk mengelabui virus. Atau PCMAV-CLN.exe dengan “apelbosok.exe”
untuk membasmi Almanahe. Terbukti meski tidak selalu berguna, tapi
ampuh untuk beberapa kondisi.
c)
Kompres Aplikasi
Yang
ini sangat mujarab untuk mengelabui virus lagi. Biasanya, virus hanya
akan melahap exe yang masih telanjang (mentah). Nah, jika Anda
membiarkan sebuah pcmav-cln.exe di direktori UFD, kemungkinan virus
bisa merusaknya hingga corrupted
dan tidak bisa digunakan lagi. Strateginya, compress
dengan aplikasi seperti IZArc, WinZip, WinRAR, ZipGenius, 7Zip, atau
yang lain. Sehingga file
exe takkan bisa digunakan jika belum di-decompress. Sebaiknya gunakan
tipe kompresi yang umum seperti *.zip, karena beberapa warnet hanya
menginstall WinRAR yang tidak bisa membuka format 7Zip (yang kini
populer karena rasio kompresi tertinggi di antara semua format
kompresi lainnya). Tidak masalah meski rasio kompresinya kecil,
pokoknya data Anda aman selama exe berada dalam “kantung” zipnya.
Anda tidak perlu mengekstraknya dulu jika ingin menginstal -avira
misalnya-, cukup klik dua kali pada file
yang ada saja. Instalasi akan berjalan dari RAM. Anda akan menghemat
waktu karena ekstraksi tidak dilakukan. Sayangnya Anda tidak bisa
apa-apa jika virus yang menyerang adalah virus bertipe penghancur,
yang akan menghapus apapun yang dilewatinya. Atau virus yang punya
kemampuan menginjeksi file
kompresi. Namun setidaknya Anda telah melakukan sesuatu yang
defensif, lebih baik dari tidak sama sekali ;)
d) Mem-password Folder
Anda
bisa melindungi folder rahasia dengan aplikasi khusus untuk
menyembunyikan atau mengunci folder dengan password. Jadi hanya Anda
yang bisa membukanya. Ada banyak sekali aplikasi enkripsi, contohnya
Kaka Folder Folder Protector, AbiCoder, Folder Lock, LockCript,
TrueCript, dan banyak aplikasi lainnya. Dari semuanya saya memilih
Kaka, karena portabilitas dan kesederhanaannya. Ukurannya kecil, cuma
777 KB.
Sekalipun
aplikasinya terserang virus, namun isinya dijamin aman karena sekali
terpassword maka isinya tak akan bisa dihapus, dibuka, maupun
dilihat. Sama seperti itu, simpan file
penting Anda dalam sebuah folder lalu encrypt-lah. Bisa juga untuk
file-file
lain seperti software
rahasia Anda.
e)
Simpan Aplikasi Untuk Kepentingan Khusus
Saya
punya folder bernama “Senjata Rahasia I-net”. Sesuai namanya, dia
berisi semua aplikasi dan file pendukung kerja saya dalam
berinternet. NetTools, Avira, AVG, PCMAV+ClamAV, Opera, Firefox,
Maxthon, Chrome, IDMan, Gigaget, dan banyak file lain saya
masukkan ke dalamnya untuk bermacam aktivitas. Maxthon misalnya,
berguna ketika saya bosan dengan Firefox dan Opera. Saya selalu
menyertakan IDMan sekaligus Gigaget instaler untuk saya pakai
sewaktu-waktu. Bagi saya keduanya adalah download manager terbaik
saat ini. Berlaku juga untuk semua software lain (yang Anda
suka).
Kadang
jika saya membutuhkan Leecher, tinggal ambil dari flash disk
karena installernya sudah saya sertakan. Juga untuk antivirus,
aplikasi grafis kecil seperti UltimatePaint (karena MS Paint tidak
mencukupi untuk kebutuhan blogging sedangkan GIMP kebesaran),
dan beberapa aplikasi lain. Anda bisa melakukannya sendiri, masukkan
software yang biasa Anda pakai di rumah ke dalamnya.
3)
Periksa Selalu Sisa Kapasitas UFD Sebelum Download
Saya pernah mengalami pengalaman
pahit. Unduh file besar pakai IDMan, tapi begitu selesai
(rebuilding) file-nya tidak bisa disimpan karena kepenuhan.
Untung IDMan menyimpannya di folder temporer sehingga saya bisa
meng-copy-nya ke flash disk. Tentunya dengan mengorbankan
beberapa file yang sudah terdownload. Rasanya mengerikan
sekali, 390 MB yang saya peroleh susah payah selama 2 jam harus
dibuang begitu saja. Meski kecil, namun bagi saya ukuran segitu sudah
guede untuk di-download. Makanya, periksalah kapasitas UFD
sebelum men-download.
4) Defrag UFD Anda Untuk
Mempercepat Kinerjanya
UFD
berkinerja lamban? Ada beberapa penyebab. Pertama, sisi fisik
hardware-nya memang hanya berkecepatan (transfer rate) kecil. Kalau
sudah begini diapakan juga susah. Kedua, dari sisi logik. Dari sisi
logikal ini bisa diakibatkan tipe filesystem,
sisa kapasitas, adanya virus yang menghalangi akses UFD, dan
lain-lain. File ter-fragment juga memperlambat kinerja disk
storage
Anda. Kalau dari sisi logikal saja, relatif mudah menanganinya. Tidak
cuma hard disk,
tapi UFD juga bisa kena penyakit ini. Karena itu saya sarankan defrag
juga UFD Anda secara teratur untuk merapikan isinya. Gunakan software
defrag yang bisa dipercaya seperti Auslogic Disk Defrag. Karena jika
Anda melakukannya dengan software
bawaan Windows, bisa lama sekali. Hal ini dikarenakan programnya dan
access time
UFD Anda. Kecepatan kerja UFD belum secepat hard disk, bukan? Dengan
melakoni ini UFD akan berjalan lebih kencang.
5) Gunakan Fungsi Lock
Bagi yang punya UFD dengan fitur
MP3 player, berbahagialah karena biasanya terdapat sebuah kenop
khusus untuk mengunci UFD secara fisik. Sehingga UFD tidak akan bisa
ditulis kalau kenop itu tidak digeser. Keuntungannya adalah jika Anda
ingin memasukkan UFD Anda ke PC yang virusnya banyak, tidak perlu
takut lagi. Data Anda akan aman karena komunikasi antar hardware
hanya berlaku satu arah saja.
Saya
pernah mengalami hal lucu mengenai kenop khusus ini. Seseorang
memberikan MP3 Playernya pada saya, lalu saya coba di rumah. Wah
masih bisa disetel meskipun kapasitasnya hanya 128 MB. Sayangnya
kemudian MP3 player itu tidak bisa diutak-atik isinya. Saya ingin
mengganti isinya, tapi tidak bisa di-delete. Akhirnya selama ±
satu
bulan, terbengkalai. Kemudian tibalah satu hari yang spontan ketika
saya mandi, keramas, saya ingat sesuatu. “Oh iya... flash disk-nya
aku protect,
ya!”, begitulah kira-kira. Saya coba menggeser kenopnya, dan BISA!
Duh lucunya diri ini, baru sadar ya? Mohon maklum :)
Dari
itu kita bisa ambil hikmah bahwa sekali protect tetap protect.
Isinya akan aman selama kenopnya masih ada di posisi “locked”.
Silakan coba sendiri tapi jangan coba-coba ulangi kesalahan saya :)
Hehehe.
6)
Catatlah URL Penting Dalam TXT
Saya gemar downloading. Saya juga suka
membaca majalah komputer. Akhirnya saya menemukan banyak URL yang
menarik. Nah, karena saya ini pelupa berat, maka saya mencatatnya di
buku kecil. Namun, sebentar saja buku itu sudah penuh URL. Maka dari
itu, saya menyimpannya dalam sebuah file teks (bisa *.txt atau
*.rtf) yang nanti dibuka pakai WordPad atau Notepad. Semua jadwal
saya, akhirnya saya tulis juga di dalamnya. Jika berangkat ke warnet
nanti, saya mau download program Ajurnet, misalnya. Tulis saja di
file tersebut “download ajurnet—13 MB”. Jangan lupa
pisahkan tiap jadwal dengan garis/karakter unik agar bisa dibedakan.
Keuntungan
memakai RTF adalah kita bisa memberi warna pada karakternya. Jadi
jadwal Anda akan lebih mudah dibaca. Jangan lupa sertakan ukuran file
yang akan di-download (kalau ada) agar bisa mengira-ngira kapan
selesainya. Tak harus download.
Bisa juga jadwal upload
Anda tulis di situ. Saya juga kerap menulis jadwal mencari referensi.
Pokoknya usahakan jangan menulis password,
karena bia dibaca orang nanti. Namun tak jadi masalah jika Anda
orangnya pemberani :D
7) Backup Data Anda!
Ini juga penting. Jika file yang Anda
download termasuk berharga bagi Anda, terutama file
besar, maka patutlah kiranya Anda membuat backup-nya. Terserah di
media apa saja bisa. Baik di hard disk, UFD lain, CD, DVD,
bahkan online storage. Buatlah backup teratur. Jika
Anda memperhatikan tips sebelumnya, maka akan terasa manfaat
membuat folder sendiri tiap Anda download sesuatu. Misalnya hari ini
(tanggal 22) Anda men-download dan data dimasukkan ke dalam folder 22
Maret, maka metode backup-nya cukup copy paste saja folder
tersebut. Sehingga nanti Anda akan lebih mudah menemukan kembali
file-nya.
Jika Anda mem-backup ke hard disk, ada
sebuah tip kecil. Buatlah sebuah folder khusus di partisi sekunder.
Beri nama sesuai tema, misalnya BACKUP ARASAFAREL dan buat lagi di
dalamnya bernama “DOWNLOAD DARI INTERNET TARUH SINI!!!”
(ARASAFAREL adalah nama UFD saya). Organisir akan mudah.
Anda kurang setuju dengan tips di atas?
Punya cara sendiri? Silakan saja. Saya sendiri melakukan backup
dengan kategori Aplikasi dan yang lain. Mereka terpisah, namun yang
paling penting adalah executable yang saya download
dengan susah payah. Prioritas kedua adalah file HTML, PDF atau
dokumen apa pun yang saya download sebagai referensi sekaligus
penambah wawasan saya. Sebenarnya tidak ada keharusan meletakkan file
backup di satu tempat. Saya mem-backup PDF dari UFD ke folder PDF
FILES di direktori My Document. Backup di banyak tempat adalah
sebagai cadangan ketika salah satu media sedang ngadat atau
hilang.
Setelah mem-backup ke hard disk,
sebaiknya burn saja ke CD-R agar aman kemudian simpan. Belilah
tas khusus koleksi CD yang bisa diperoleh di supermarket
terdekat. Saya biasanya menyimpan
semua koleksi CD bonus majalah dan backup saya di situ.
Backup yang unik adalah upload ke online storage. Namun
di sini kendalanya adalah bandwidth. Maukah Anda meng-upload
file sebesar 300 MB hanya untuk backup? Berapa waktu habis
untuk upload? Lagipula, maukah Anda men-download-nya untuk restore?
Nah, inilah tantangan backup online di negara ber-bandwidth
rendah seperti ini. Tapi tenang, beberapa tahun ke depan insya Allah
bandwidth Indonesia akan meningkat :)
Pengalaman
menyedihkan adalah ketika men-download trueSpace 7.6 sekaligus PDF
tutorialnya (180 MB), lupa burn.
Saya ingin menginstall Linux lagi, namun naas ada kesalahan. Partisi
E:\ saya terhapus semua isinya. Sempat kaget, dan hampir stres.
Untung ada penangkalnya :D Akhirnya saya download
lagi (sekalian video tutorialnya) dan kemudian saya langsung burn.
Belajar dari pengalaman memang paling baik, terbukti dengan kejadian
seperti ini. Jangan ditiru ya, kawan-kawan ;)
Conclusion
Nah itulah tips yang kesemuanya diambil
dari pengalaman saya. Saya amat menggemari downloading,
blogging, dan mencari referensi di internet. Tiap hari ada
saja file baru yang masuk ke UFD. Jadi mau tidak mau saya
harus jadi orang rajin, meskipun keseharian saya belum tentu. Entah
kenapa, di dunia TI-lah saya justru bisa rajin. Mungkin begitu halnya
dengan Anda, silakan coba sendiri dan buktikan bahwa mengelola UFD
tidaklah sulit. Jangan biarkan UFD Anda terbengkalai di rumah. Kalau
masih bisa dipakai, mengapa tidak?
Labels:
antivirus,
awam,
download,
exe,
flash disk,
folder,
mengoptimalkan,
password,
tips,
trik,
tutorial,
virus
Thursday, August 23, 2012
Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 4
Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 3 sebelumnya.
Sampai
sini kita telah mengetahui start
point
kita, cara kerja dasar virus, dan kemampuan dasarnya. Kini mau saya
sampaikan salah satu kemampuan lain virus yang istimewa. Kemampuan
ini saya pisahkan dari 2 sebelumnya. Kemampuan ini namanya stealth.
Untuk menjelaskan ini, saya memakai metode menjelaskan Windows
sekaligus virus. Tulisan ini sekaligus menjawab pembahasan yang
dijanjikan dari bab Habis
itu apa?
dari Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 2.
Pada bab Habis itu apa?, saya mengisyaratkan adanya pembahasan virus
bisa jalan tanpa klik 2 kali. Memang benar hal seperti ini terjadi.
Dan terjadinya ini pasti diakibatkan 2 hal yang tidak terpisah, yakni
kemampuan istimewa Windows dan virus. Jadi pembahasannya mencakup 2
hal ini. Bagaimanakah kemampuan istimewa itu?
- Windows: fungsi AutoRun.
- Virus: file autorun.inf.
Windows
AutoRun
adalah kemampuan Windows menjalankan apa pun yang dituliskan dalam
sebuah file teks bernama autorun.inf. Syaratnya, file tersebut harus
ada di lokasi tertinggi (root) dari sebuah media. Kalau flash disk,
misalnya G:\autorun.inf
bukan G:\folder\autorun.inf; isi file-nya adalah perintah yang hanya
dipahami oleh Windows. Fungsi ini sebetulnya bermanfaat untuk
menjadikan CD kita langsung membuka animasi di dalamnya ketika
dimasukkan sehingga tidak perlu diklik 2 kali lagi. Fungsi ini juga
bisa digunakan untuk memberikan ikon/gambar pada flash disk sehingga
jika dilihat di Windows Explorer, dia akan bergambar. Sayangnya,
fungsi ini bisa dimanfaatkan oleh virus untuk menjalankan dirinya
sendiri.
autorun.inf
sebenarnya adalah autorun.txt yang di-rename menjadi autorun.inf. Dan
virus memiliki kemampuan menciptakan file ini di root flash disk
Anda. Isinya adalah perintah menjalankan .exe yaitu dirinya sendiri
yang juga ada di dalam flash disk.
Reka Ulang
Untuk membantu memahami AutoRun ini, saya buatkan imajinasi skenario
menularnya virus.
- Misalnya ada virus di satu komputer.
- Flash disk kita masuk ke situ.
- Virus itu mendeteksi adanya flash disk masuk.
- Virus itu meng-copy dirinya.exe ke dalam flash disk.
- Virus itu membuatkan autorun.inf juga di dalamnya.
- Kita masukkan flash disk itu ke komputer yang bersih.
- Windows membaca isi autorun.inf-nya.
- Karena ada perintah jalankan dirinya.exe, maka Windows nurut saja menjalankan dirinya.exe sebagai ganti klik 2 kali.
- Virus mulai masuk ke memori dan menjalankan 4 cara kerja sebelumnya.
- Komputer yang bersih jadi tertular virus.
Jadinya ... kemampuan asli Windows dan virus, bekerja sama
menyebarkan virus ke semua komputer di dunia. Dengan ini, Windows justru menjamin dan mengamankan virus untuk masuk ke dalam komputer kita. Ini merupakan salah satu celah keamanan. Demi kemudahan, mari sebut celah keamanan ini bunker. Dengan ini, insya Allah lebih mudah untuk dimengerti.
Mana Stealth-nya?
Stealth
= siluman. Ini modus serangan tipe sangat sederhana yang menipu
jutaan pengguna yang awam. Rapuh sekali kemampuan ini, sebetulnya.
Saya pisahkan ini dari pembahasan saya barusan agar urut
pembahasannya. Susah memahami stealth
tanpa memahami 2 dasar AutoRun dahulu. Karena kita sudah mengerti
AutoRun, maka sekarang saya jelaskan tetapi masih pakai metode
jelaskan Windows sekaligus virus.
Windows
Hidden
adalah kemampuan untuk menyembunyikan (hide) beberapa file yang
dianggap milik Windows asli. Sakti sekali. Saking saktinya
sampai-sampai berbahaya bagi diri Windows sendiri.
- Kemampuan ini menyembunyikan file autorun.inf, Thumbs.db, desktop.ini, folder RECYCLER, folder System Volume Information, beberapa .exe yang dinilai penting menurut Windows, beberapa file .dll, dan file-file lain yang bersifat harus dilindungi oleh Windows. Alhasil pasti Anda tidak akan melihat ada file autorun.inf buatan virus dalam flash disk dan kita akan menjadi pengguna yang gampang tertipu. Mau?
- Kemampuan ini menghilangkan secara total semua ekstensi file di seisi komputer. Harusnya ada file bernama winamp.exe menjadi winamp saja. Harusnya ada ceramah.mp3 menjadi ceramah saja. Pengguna hanya mengandalkan gambar ikon file-nya untuk membedakan oh ini mp3, ini video, ini aplikasi, ini folder, dan sebagainya. Dengan ini pula jutaan pengguna tertipu sehingga kemasukan virus. Mau?
- Kemampuan ini menjadikan Windows tampak indah, rapi, dan sedap dipandang. Ya karena tidak ada .anu .inu .itu di akhiran setiap file. Lagipula, berkat kemampuan inilah semua shortcut Anda yang di destop itu hanya namanya saja serta tidak berakhiran .LNK karena sesungguhnya semua shortcut Anda itu juga file. Namun kalau indah, rapi, dan sedap dipandang tapi menipu dan banyak virusnya, mau?
Kemampuan asli Windows ini dapat Anda coba dari Windows Exporer >
Folder Options > Tab Views. Lihat pada View Hidden Files dan yang
berhubungan dengan Attributes.
Windows
Attribute
adalah kemampuan untuk memberikan tanda/tag kepada semua file dalam
Windows agar dibedakan ini milik Windows asli dan ini milik pengguna.
Tag yang ada di Windows ada 4 saja:
- SYSTEM
- HIDDEN
- READ-ONLY
- ARCHIVE
Mau lihat? Klik kanan file apa saja > Properties. Di situ
Anda bisa melihat cawang diberikan untuk atribut apa saja. Yang bisa
dilihat lewat klik kanan maksimal hanya 3 atribut selain SYSTEM.
Kalau mau lihat atribut ini, Anda mesti pakai Command Prompt yang
hitam itu. Mengapa saya tulis ini? Karena dari atribut inilah Windows
menentukan mana yang disembunyikan dan mana yang ditampakkan kepada
kita. Sampai sini kemampuan-kemampuan Windows yang perlu diketahui.
Virus Stealth adalah sebutan untuk kemampuan yang
dibagi 3:
- Atribut SYSTEM+HIDDEN yang dipasangkan kepada dirinya sendiri sehingga tidak tampak dan tidak terlihat ekstensinya.
- Memberikan ikon yang bukan miliknya untuk dirinya sementara semua ekstensi tersembunyi sehingga si virus tampak tapi tampak persis folder atau file dokumen.
- Mengubah pengaturan Folder Options agar semua opsi persembunyian tercawang sehingga semua file berikut ekstensinya disembunyikan oleh Windows (yang ini biasanya ada di virus kelas atas).
Jadi inilah kemampuan stealth dari virus yang sebetulnya
sederhana tetapi berhasil menipu jutaan manusia sehingga terkena
virus. Sederhananya yaitu ia hanya memanfaatkan kemampuan Windows
sendiri. Ini sebenarnya memalukan. Masak maling masuk rumah kita
gara-gara kita menaruh kuncinya di depan pintu? Mungkin kita langsung
menginstal ulang komputer hanya gara-gara satu masalah ini. Tambah
lagi harus repot-repot mem-backup data lalu me-restore lagi. Padahal
sebetulnya stealth ini rapuh dan bisa dihindari dengan mudah
sekali.
Reka Ulang Lagi
Berikut ini skenario lagi untuk lebih memahami jalannya stealth.
- Virus memberikan atribut SYSTEM+HIDDEN kepada dirinya.exe.
- Kita masukkan flash disk.
- Virus meng-copy dirinya.exe ke dalam flash disk.
- Kita masukkan flash disk ke komputer yang bersih.
- Folder Options-nya masih tercawang semua sehingga semua tersembunyi.
- Kita tidak melihat adanya autorun.inf sehingga tidak bisa menghapusnya saat itu juga.
- Windows menjalankan autorun.inf yang tersembunyi sehingga dirinya.exe ikut dijalankan.
- Komputer yang bersih terinfeksi.
Sampai di sini kemampuan stealth bisa saya kupas. Akan datang
insya Allah pembahasan kelemahan teknik stealth ini sehingga
dapat dipatahkan sebelum beraksi (kita semestinya bisa
mempermalukannya). Saya kira sekian dulu.
bersambung...
Wednesday, August 15, 2012
Belajar Komputer untuk Orang Awam
Bismillahirrahmanirrahim. Apakah Anda
merasa belum paham komputer? Apakah Anda ingin mempelajari komputer
untuk mencari nafkah di era teknologi ini? Apakah Anda termasuk
pemalu untuk bertanya? Anda ingin mengetahui apa yang banyak
diketahui masyarajat mengenai komputer? Percayalah Anda bisa
memperolehnya. Di sini saya ingin tuliskan sedikit pengalaman ini
sebagai bekal untuk Anda dalam mempelajari komputer secara mandiri
(otodidak). Semoga dengan artikel kecil ini, Anda mencapai tahap bisa
melanjutkan belajar sendiri. Minimal Anda tahu ke mana melangkah
dalam belajar.
Sedikit dari saya: saya
yakin artikel seperti ini akan banyak dilewatkan penulis di mana
saja. Tidak akan banyak orang yang bisa sekaligus mau menuliskannya.
Namun kenyataannya masih banyak orang yang ingin belajar tetapi
mereka:
- pemalu
- awam (kurang mengenal komputer)
- tidak punya teman belajar.
Mau apa kita? Kita ejek mereka? Oh,
tidak. Sekali lagi tidak. Itu tidak bijak. Ajarilah mereka.
Barangkali salah satu dari mereka adalah orang tua kita atau
saudara-saudara kita. Dan posisi saya di sini hanya menuliskan apa
yang saya berhasil memahami komputer (dalam ukuran saya sendiri)
dengannya. Saya bukan ahli komputer, tetapi saya mendapatkan banyak
hal mengenai komputer yang itu cukup buat saya untuk membantu diri
sendiri dalam menyelesaikan masalah komputer dan alhamdulillah
membantu teman-teman saya. Buktinya, blog ini adalah hasil belajar
saya. Berapa banyak teman kita yang belum tahu cara membuatnya? Nah,
memberikan pijakan-pijakan dasar memahami komputer inilah tujuan saya
menulis ini. Saya menulisnya poin per poin agar gampang dipahami.
Semoga bermanfaat.
Mengesampingkan
Definisi
Di luar perkomputeran[1], Anda
bisa diwajibkan mengetahui definisi-definisi. Namun di bidang
komputer, tidak selalu Anda dituntut paham definisi. Ketahuilah ini
dulu. Yang penting Anda paham cara kerja dulu, baru nanti definisi
Anda ketahui.
Banyak sekali Anda akan temukan
istilah-istilah dalam dunia perkomputeran ini. Misalnya saja FSB,
clock, HDMI, protocol, installer, eksekusi, dan
macam-macam. Anda tidak dituntut mengerti semuanya. Pikirkan yang
diperlukan, jangan yang dituntutkan. Anda tidak butuh
penjelasan Front Side Bus, melainkan sekadar tahu ia adanya di bagian
motherboard[2]
komputer. Anda tidak dituntut paham betul protocol, cuma saja
perlu tahu kalau http itu termasuk protocol.
Dan jika Anda
menemukan suatu pembicaraan berisi istilah-istilah yang susah,
teruskan saja pembahasan itu dengan berusaha mengait-ngaitkan bahasan
dengan istilah yang disebutkan. Jangan dihindari karena itulah lahan
kita untuk mulai memahami komputer.
Mengesampingkan
Rasa Takut
Ayah
saya pernah mengatakan: “Kalau kamu takut mencobanya, kamu tidak
akan pernah bisa. Rusak urusan belakang.” Sebuah nasihat yang
mengguncang saya yang masih < 10 tahun waktu itu. Dan itu saya
pakai sampai usia saya 19 tahun saat ini. Dan alhamdulillah
berhasil.
Hilangkanlah
rasa takut dalam mencoba suatu program komputer. Cerita meledaknya
komputer hanyalah khurafat (dongeng). Buktinya, tidak pernah komputer
saya rusak hanya karena saya mencoba-coba. Malah dari situlah saya
paham cara bekerja komputer itu bagaimana. Dari situ saya kenal
kaidah-kaidah yang berguna sekali. Akan datang pembahasannya.
Pokoknya, hilangkan rasa takut mencoba program-program komputer yang
ada[3].
Mengenal
Dua Besar
Komputer
dipelajari dalam 2 bagian besar: software
dan hardware. Anda
harus tahu hal ini. Sekali lagi, Anda tidak dituntut merinci
pengertian keduanya. Anda cukup tahu software cirinya begini dan
hardware begini.
Software
itu perangkat lunak, istilah untuk menyebut sesuatu yang tidak bisa
disentuh tapi bisa dikendalikan dan sesuatu ini bisa menghasilkan.
Microsoft Word termasuk software, dan setiap yang Anda klik dengan
mouse di komputer
pasti software.
Pengertian software
sesungguhnya panjang, tetapi Anda cukup tahu ringkas saja kalau
software berada di
dalam hardware dan ia
dikendalikan oleh kita. Software banyak macamnya, dan kegunaan
software sangat
beragam mulai menggambar sampai mempromosikan usaha Anda ke seluruh
dunia. Software harus diinstal (dimasukkan ke komputer) untuk bisa
dipakai. Cukup ini pengertian dasarnya.
Hardware
itu perangkat keras, istilah untuk menyebut sesuatu yang bisa
disentuh dan bisa dikendalikan dan tidak berfungsi kecuali dengan
software. Mouse dan
keyboard termasuk hardware.
Dan setiap yang bisa Anda pegang adalah hardware.
Anda cukup tahu ringkas saja kalau hardware
secara keseluruhan memiliki pusat yang disebut prosesor. Prosesor
adalah benda kotak yang berada di dalam kotak casing
cpu. Prosesor ini yang menerima klik-klik Anda sehingga menjadikan
semua software bisa
berjalan.
Bedakanlah
antara keduanya lalu ambil satu. Saya pribadi mengambil bidang
software karena merasa
lebih cocok di situ.
Membacalah
Hukum klasik nomor satu di segala bidang ilmu. Adakah ilmu yang di
dalamnya malah dilarang membaca? Jika ada maka ketahuilah itu pasti
ilmu gak nggenah. Namun di perkomputeran, percayalah, Anda
tidak lepas dari membaca. Membacalah karena itu menambah wawasan
Anda. Dari membaca ini saya mengetahui lebih dulu segala yang orang
sekitar saya belum tahu. Bahkan saya mendapatkan bermacam wawasan
yang saat ditanyakan ke orang yang telah duluan belajar, dia tidak
tahu. Dia tidak tahu karena tidak membaca, saya tahu -alhamdulillah-
karena membaca. Suatu keindahan. Bagi Anda yang awam tapi hobi baca,
bersyukurlah. Saya yakin Anda akan cepat sekali menyerap wawasan
baru.
Namun apa yang mesti Anda baca? Tentu tulisan-tulisan yang
berhubungan dengan komputer. Bisa saja dari buku, majalah, pamflet,
internet, atau apa saja. Saya tidak menyarankan Anda baca semuanya.
Jika Anda sanggup, pilah-pilahlah yang baik dari yang buruk. Karena
bagi saya muslim, tidak semua isi majalah bisa diterima. Ada saja
yang iklannya tak senonoh. Maka selektiflah dalam membaca.
Kaidah
Pasti Mudah
Insya Allah inilah inti utama dari seluruh tulisan saya ini. Inilah
kaidah yang saya pegang sejak kecil secara global untuk segalanya,
tidak terkecuali bidang komputer. Kaidah apa ini? Kaidah ini saya
yakin tidak akan Anda temukan di mana pun bahkan di kitab fikih.
Kaidah ini saya rumuskan bahwa segala bentuk produk teknologi
khususnya software pasti mudah untuk kita.
Produsen membuat software untuk kita konsumen. Dan mereka
pasti berusaha untuk memudahkan konsumennya. Pasti seperti apa pun
software-nya, di situ ada kemudahan untuk kita. Secara global semua
software pasti mudah. Kemudahan software ini kita pakai
global untuk segala software dan jika ada software yang
tampilannya susah, maka setiap kesulitan itu pasti punya kunci yang
menjadikannya mudah. Saya pegang kaidah ini sampai sekarang dan
dengan ini saya mudah memakai Linux yang kata orang susah itu.
Pakailah ini dan buktikanlah kalau mudah belajar komputer itu.
Kalaupun belum ketemu kuncinya itu, coba-coba saja. Kembalikan saja
kepada kaidah global ini. Yakin saja semua software pasti
mudah.
Begitu pun hardware. Kaidah ini tetap berlaku. Saya pernah
membongkar komputer tanpa sedikit pun pengetahuan. Di setiap
hardware, pasti ada jejak-jejak yang bisa dilacak, bisa
dipikir. Jadinya kalau mau membuka komputer misal, lihatlah di tubuh
komputer itu. Pasti ada lubang atau baut atau apa saja yang jadi
kunci kita untuk membukanya. Perhatikan dan pastikan itu mudah.
Mudah-mudahan kita mudah belajar dengan memakai kaidah ini.
bersambung...
___________
[1] Di luar bidang komputer, misalnya ilmu agama Islam.
[2] Motherboard = papan induk. Sebuah papan yang isinya mesin-mesin komputer termasuk prosesor.
[3] Tentunya risiko di tangan Anda. Saya tidak ikut bertanggung jawab kalau ada kerusakan.
Subscribe to:
Posts (Atom)


