Tulisan ini adalah editan dari esai
dengan judul yang sama dari blog
lama saya.
Blogging telah menjadi tren kini.
Banyak yang telah mengenal internet memiliki blog. Blog adalah sarana
komunikasi yang begitu mudah dan mengasyikkan, dan yang paling asyik
adalah tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk memilikinya. Bagi
Anda yang belum pernah membuat blog sendiri, sebaiknya mencoba dulu
dengan layanan blog gratisan. Contoh yang sangat bagus untuk ini
adalah WordPress. WordPress menawarkan berbagai fitur dan kemudahan
yang sangat berlimpah untuk pemula. Dirinya juga memiliki komunitas
yang sangat besar di seluruh dunia. Biasanya orang yang ingin membuat
blog akan pergi ke WordPress.com untuk registrasi kemudian membuat
blog. Tidak ada salahnya memang, namun bagi orang yang kantungnya
tipis (seperti penulis) akan sangat banyak kehilangan uang untuk
biaya internet. Anda yang ingin membuat blog tidak perlu belajar
secara langsung di internet, bawa pulang saja WordPress ke komputer
Anda di rumah.
Sebelum menginstall WordPress di
komputer, jadikan dulu komputer Anda sebagai web server. Dan jangan
lupa Anda haruslah mempunyai WordPress-nya. Web server yang akan kita
gunakan adalah Apache Web Server, dengan bahasa pemrograman PHP serta
database MySQL. Trio ini dapat Anda peroleh dalam satu paket bernama
XAMPP yang bisa diperoleh dari
(
http://apachefriends.org/en/xampp.html).
Ketiganya dibutuhkan untuk menjadikan komputer Anda sebagai server
yang menampung WordPress nantinya. Oh. Iya! Jangan lupa Anda harus
menyiapkan
web browser untuk membuka duet PHP-MySQL dan
menjalankan WordPress. Di sini saya menggunakan Mozilla Firefox 3.0,
tetapi Anda bisa juga menggunakan web browser lain seperti Opera atau
IE. WordPress bisa Anda peroleh dari WordPress.org (bedakan dari
WordPress.com) Ketika tutorial ini dibuat, penulis menggunakan
WordPress 2.6.5. Anda yang memperoleh Wordpress yang lebih baru atau
lawas juga masih bisa mengikuti, karena langkah-langkahnya sama kok!
Oke, kalau semuanya sudah beres mari kita mulai!
Menginstal XAMPP
1.
Instal dulu XAMPP dengan klik ganda file installer-nya. Pada
pilihan Services Section, pilih semuanya.
2. Kemudian setelah selesai,
jalankan XAMPP Control Panel. Aktifkan
service Apache dan
MySQL.
3. Mari kita lihat hasilnya. Buka
web browser, ketikkan http://localhost dan akan terlihat
halaman utama XAMPP. Pilihlah English sebagai bahasa utama.
Mengkonfigurasi XAMPP
untuk WordPress
1. Amankan database Anda dengan
membuat username dan password dulu. Masuk ke
http://localhost/security/index.php . Username dan password ini akan
berguna untuk informasi file “wp-config.php” pada WordPress yang
akan kita modifikasi. Untuk mudahnya, isikan saja password “123”
karena kita hanya akan bekerja offline.
3. Buat sebuah database baru
dengan mengisikan “WordPress” pada box Create New Database.
4. Klik create dan sebuah
database telah tercipta.
Mengapa kita membuat database?
Karena database ini akan dipakai oleh WordPress untuk
menyimpan data-data dan konfigurasinya. Jadi harus dibuat untuk
mengorganisirnya. Anda dapat melihat perubahan pada combo box
databases, di situ ada sebuah database baru bernama
“WordPress”. Ingat-ingat nama database, username
dan password tadi, karena dibutuhkan saat kita memodifikasi
file wp-config. Kalau perlu, catat!
Menginstall
WordPress
1. Ekstrak folder WordPress ke direktori
htdocs tempat Anda menginstall XAMPP. Ingat, masukkan di folder
‘htdocs’. Gunakan aplikasi kompresi seperti IzArc atau WinZIP.
2. Sekarang, mari kita modifikasi
wp-config.php. Perlu diketahui bahwa tidak ada file bernama
seperti itu. Carilah file bernama “wp-config-sample.php” di
direktori WordPress yang telah Anda ekstrak. Buka dengan aplikasi
text editor seperti Notepad atau yang lain. Sebagai contoh,
saya memakai IDE Bloodshed Dev C++ untuk mengeditnya. Tidak perlu
bingung, semuanya sama saja.
3. Yang perlu diedit hanyalah nama
database, username-nya database, dan password-nya. Yang
lainnya tidak perlu diperhatikan. Gantilah DB_NAME dengan ‘WordPress’
(karena tadi kita memberi nama begitu pada database untuk
ini), ganti DB_USERNAME dengan ‘root’, dan terakhir ganti
DB_PASSWORD dengan ‘123′. Oke, simpan di direktori itu juga
dengan nama “wp-config.php” dan konfigurasi selesai.
4. Instal WordPress dengan
mengetikkan alamat
http://localhost/wordpress
pada browser. Oke, halaman instalasi akan muncul. Anda akan diminta
mengisikan nama blog dan alamat e-mail Anda. Turuti saja.
5. Kemudian engine akan
meng-generate username dan password secara random.
Catat data penting itu.
6. Nah, saatnya login. Masuklah
dengan memakai data login tadi, dan ya! WordPress telah menjadi milik
Anda sepenuhnya. Mulailah berlatih blogging sekarang!!
Mulai Blogging
Begitu Anda mengklik tombol login,
halaman dashboard akan menyapa Anda. Perhatikan bahwa
tampilannya tidaklah berbeda jauh dari blog yang ada di
WordPress.com. Ya, karena websitenya memang menggunakan engine
ini. Kini mari kita berlatih membuat sebuah tulisan. Klik Write, dan
mulailah menulis.
Tentukan judul, lalu isi tulisan
Anda. Berikan tag untuk tulisan Anda. Tag adalah label untuk
memudahkan search engine mengindeks dan mengategorikan tulisan
Anda. Tag yang baik adalah tag yang menggambarkan isi tulisan. Jika
tag yang Anda beri bagus, orang yang mencari artikel yang sesuai
dengan yang Anda tulis akan berkesempatan memperoleh tulisan Anda.
Apalagi jika tulisan Anda menempati urutan teratas hasil cari search
engine, wah enak deh! Blog Anda akan cepat terkenal!
Berikan kategori yang jelas untuk
blog Anda. Misalnya Anda membuat blog tentang komputer, Anda bisa
membuat kategori seperti Windows XP, Windows Vista, Hardware,
Processor, VGA, Linux, Jaringan dan lain sebagainya. Masukkan tiap
post yang Anda buat ke kategori yang sesuai dengan temanya. Ini akan
mempermudah pengunjung dalam memilah post yang paling ingin mereka
cari di blog Anda.
Sudah? Terbitkanlah dengan mengklik
tombol Publish. Anda bisa mengatur tanggal posting Anda melalui link
Edit pada Published On. Anda bisa mengedit waktu diterbitkannya
tulisan Anda. Jadi meskipun Anda terbitkan sekarang, tetapi tanggal
terbitnya bisa sebelumnya ataupun sesudahnya.
Lihatlah hasil
tulisan Anda dengan mengklik kanan pada View Site dan pilih Open Link
in New Tab. Blog Anda dapat dilihat pada sebuah tab baru. Inilah
mengapa saya memakai Firefox. Bagaimana? Senang? Tanpa diajari
siapapun, hanya berbekal sebuah tulisan, Anda sudah bisa melakukan
offline blogging secara gratis. Kini Anda sudah masuk ke kelas
blogging di sekolah otodidak.
Penutup
Kemudahan telah berada di depan mata
Anda. Kini Anda dapat berlatih blogging secara offline tanpa
menghabiskan uang untuk biaya warnet. Dengan berlatih begini, Anda
akan siap menghadapi blogging yang sebenarnya, ketika semua
konfigurasi database, pemrograman, CMS-nya, upload, dan
semuanya dilakukan sendiri. Anda akan mengetahui, paling tidak, cara
membuat database baru. Dengan mengikuti tutorial ini, saya
berharap Anda akan mampu mengelola resource dengan benar dan
hemat. Manfaatkan semua waktu dan sumber daya yang ada sebaik
mungkin. Ketika Anda telah menjadi semakin mahir, profesi full
time blogger dapat saja tercapai. Dengan membiasakan diri offline
blogging, Anda tidak akan merasa canggung ketika melakukan
blogging yang sesungguhnya.
Sedikit cerita, penulis merasa
senang sekali ketika pertama kali menginstall WordPress di PC lewat
XAMPP. Rasa kantuk itu hilang kembali, sama seperti ketika baru
pertama mencoba Ubuntu dan Narrator. Pertama kali mencoba, saya
berbekal WordPress versi 2.1. Kemudian setelah dua hari, saya
mengunduh versi 2.6.5 dari internet lalu mencobanya.
Menurut saya pribadi, instalasi ini
sebenarnya sangatlah sederhana. Jadikan PC sebagai web server
(XAMPP), masukkan WordPress ke direktori ‘htdocs’, ubah
konfigurasi ‘wp-config.php’, dan semua selesai. Blogging hanya
berjarak beberapa klik saja. Dengan melakukan ini, saya menjadi tahu
bahwa sebenarnya untuk berpindah dari satu link ke link lain di
WordPress ternyata membutuhkan waktu yang relatif lama. Kurang lebih
dua detik. Jauh dari perkiraan saya bahwa jika koneksi internet yang
sangat cepat, pindah halaman tulis ke setting pasti tidak
sampai satu detik. Padahal Wordpress-nya tidak dijalankan online,
berjalan sepenuhnya di PC lokal. Kesimpulan sederhananya, kalau di PC
aja lambat gini, apalagi di internet? Hehehe ini cuma sekedar
hipotesis guyonan. Jangan dipikirkan, mari ambil saja hikmahnya.
Penulis berharap tutorial ini
berguna bagi siapa pun yang baca. Semoga Anda bisa menggunakan semua
ini sebaik mungkin. Mulai saat ini, belajar internet tidak harus
selalu terhubung ke jaringan. Kita bisa melakukannya secara lokal,
asalkan tahu caranya. Tak ada sesuatu yang sulit asalkan kita mau
mencoba. Ada komentar? Pertanyaan? Silakan berkomentar. Oke, tak ada
kata lain yang patut diucap selain alhamdulillah. Semoga
manfaat, dan selamat belajar!
Regards,
Restava