Wednesday, August 29, 2012

Suka Kestabilan XP, Tapi Pengen Tampilan Vista?



Tulisan ini editan dari esai (ketika SMP) dari blog lama saya.


Jawabannya adalah menggunakan VistaMizer[1]. Saya suka Windows XP[2] tapi ingin tampilan indah Vista. Saya setelah beli komputer kemarin langsung instal Vistamizer tanpa backup dulu (jangan ditiru ya?). Hasilnya, alhamdulillah persis Vista. Rasa Aeronya mantap. Kesan bulat mengkilapnya juga. Sebenernya saya tahu Vistamizer dari teman saya, Anto Boga. Windows XP dia yang dulunya kerap saya pinjam buat bikin posting jadi “rasa” Vista. Saya terkejut, ternyata Vistamizer. Setelah instal, semuanya berubah. Wajah Start Menu juga persis Vista yang diulas di majalah. Boot screen persis Vista. Apa lagi, ya? Oh iya! Font default destop juga diganti jadi Segoe UI, kemudian desktop wallpaper jadi Vista, dan screensaver-nya jadi Aurora. Kurang apa lagi? Ikon folder di Windows Explorer diubah total. Terus yang saya paling suka adalah tampilan preview mini windows saat mouse di atas jendela yang di-minimize. Bagus sekali! Watermark untuk folder juga berubah total. Pokoknya hampir 100% persis Vista, deh! Ini screenshot-nya:

Ini dekstop kerjaan Vistamizer

Startmenu Vistamizer Icon VistaMizer installer

Ikon instalernya


Windows Media Playernya juga bagus

Sayangnya ada beberapa bug pada Vistamizer. Yah, sebagus-bagusnya program pasti ada juga salahnya. Contohnya adalah ikon user pada Start Menu yang hanya jadi pajangan. Tidak bisa di-klik dan diganti secara otomatis. Jadi kita harus masuk Control Panel dulu buat ganti ikon atau atur akun. Lumayan menyulitkan, dan masih ada lagi. Waktu kita masuk Windows Explorer, klak-klik sana-sini untuk cari file, tak terasa addres bar akan terisi penuh path. Masalahnya, addres bar nya tidak bisa di-klik untuk buka combo box, tak seperti di XP. Dan tidak terlalu jauh, di sebelahnya ada search bar. Di Vista, jika kita klik, bisa mencari. Tapi, di Vista jadi-jadian ini kalau kita klik akan terbuka jendela Search Companion yang gambarnya anjing. Sayang, ya? Addres dan search bar-nya jadi pajangan saja. Vistamizer ini juga agak kurang stabil, lho! Kadang-kadang Windows Explorer akan menampilkan pesan error “Windows has encountered an error blablabla.....” yang lumayan mengganggu. Lantas fitur unggulan Vista Aero Glass, dan Flip 3D juga belum bisa dilakukan oleh Vistamizer. Vista Ultimate bisa memakai video sebagai wallpaper, dan Vista jadi-jadian kita ini juga belum bisa.

Untuk Flip 3D di Vista jadi-jadian kita ini akan saya bahas nanti, insya Allah. Bagi sebagian orang yang sudah bosan dengan tampilan XP, mungkin VistaMizer bisa jadi obat. Tampilannya memang mirip sekali dengan Vista, dan yang penting tidak ada User Account Control. Secara keseluruhan, ini lebih indah dari XP biasa, tapi masih ada bugs. Bagi yang berminat instal, silakan download dari http://www.syssel.net/hoefs/software_vistamizer.php?lang=en. Ukuran file-nya kurang lebih 20 MB[3]. Dan jangan lupa sebelum Anda instal sebaiknya backup data dulu. Oke, selamat ber-Vista ria!

____________
[1] Baru hari ini saya menghidupkan kembali tulisan-tulisan lama saya era SMP ketika menjadi Restava. Subhanallah. Ternyata buruk sekali tata bahasa saya, dan memalukan sekali ternyata saya pernah mengekor pada budaya 'sama2' atau 'sekali2'. Buruknya lagi gaya bahasa saya sangatlah kasar lantas diperparah kesan ingin cepat selesai (remaja...) kental sekali. Tambah buruk dengan ketidakmampuan untuk memperkecil jumlah kata dengan kepadatan isi. Benarlah kian tahun kian terasa tulisan kita di masa lalu itu kekanak-kenakan sekali. Beberapa tahun menambah pengetahuan tata bahasa saya, alhamdulillah. Dan mesti saya perbaiki terus sampai mati. Semoga jadi pelajaran bagi saya dan menambah beban agar saya jadi manusia yang rendah hati (wong biyene ya akeh salahe...).

[2] Sampai 2012 ini pun saya masih suka dengan Windows XP. Ringan, kompatibel banyak aplikasi, dan fleksibel ke mana-mana.

[3] Footnote ini tambahan dari saya sedangkan tulisan asli tidak ada footnote-nya. Ukuran file saya cocokkan dengan halaman tersebut per 29 Agustus 2012.

Proyek Restava Reborn


Bismillahirrahmanirrahim. Ingin saya umumkan bahwa tulisan-tulisan lama Restava akan dibangkitkan lagi di sini di samping tulisan saya yang sekarang. Ini untuk mendukung tujuan finansial blog ini. Alasan memakai tulisan lama hanyalah keberhasilan jumlah visitor besar (> 100.000) dahulu dengan tulisan-tulisan itu. Saya ingin mengulang keberhasilan itu intinya.

Pertama, saya lagi pengen memakai Bahasa Inggris sebagai judul proyek ini. Kedua, saya namai reborn maksudnya selain diterbitkan lagi, semua tulisan saya sunting agar sesuai tata bahasa saya yang sekarang. Saya juga meringkaspadatkan isinya agar ringan dibaca. Ketiga, saya ingin memainkan istilah (meninggalkan konsistensi) agar tulisan gampang dipahami pembaca. Hal ini saya lakukan dengan membiarkan istilah Inggris tanpa diterjemahkan, tapi akan saya miringkan. Ini bukan kebiasaan saya tetapi ini usaha agar tulisan saya sedekat mungkin dengan pembaca. Ya dengan memakai istilah di keseharian hidup pembaca. Tentu akan ada istilahyang saya Indonesiakan lalu saya pakai bersamaan. Dicampur. Inilah maksudnya memainkan istilah.

Restava adalah saya sendiri. Jadi tidak ada masalah hak cipta di sini. Saya berharap dapat terus membenci copy-paste tulisan orang lain. Dan saya berharap pembaca pun demikian.

Proyek ini insya Allah bejalan dengan improvisasi. Saya ingin tulisan-tulisan reborn ini memiliki referensi yang bagus, enak dilihat. Makanya saya usahakan ada footnote seperti ini[1] pada tulisan yang memerlukannya. Ini akan meningkatkan nilai ilmiahnya.

Proyek ini akan berakhir saat semua tulisan Restava habis. Tentunya diseleksi mana yang patut diterbitkan dan tidak. Tidak akan saya terbitkan tulisan Restava yang mengandung nasionalisme[2], musik[3], dan gambar bernyawa[4]. Alhamdulillah ternyata ketiganya haram.

Sekian pengumuman saya. Saya berharap selalu dapat menulis dengan ringkas nan padat. Seperti kata seorang ulama[5]. Semoga Allah memudahkan saya mengerjakannya.



______________
[1] Ini footnote.

Monday, August 27, 2012

Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 8


Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 7.

Saya akan membahas utang saya yaitu cara masuk selain autorun.inf. Tentunya makin banyak cara canggih virus masuk ke komputer kita seiring berkembangnya teknologi pervirusan. Saya akan membaginya menjadi 2 bab yaitu jenis file khas virus dan cara masuknya secara global.

Jenis file khas virus
Perhatikanlah setiap file yang berekstensi berikut ini:
  1. .pif
  2. .exe
  3. .com
  4. .scr
  5. .inf
  6. .vbs
  7. .bat
  8. .db

terutama jika Anda bukan seorang programer. Taruh perhatian kepada file-file yang ada ekstensi itunya di dalam hard disk/flash disk Anda. Misalnya flash disk Anda baru diformat bersih. Lalu Anda masukkan ke komputer teman. Ketika dibaca di komputer Anda lagi, kok tiba-tiba ada sesuatu.pif? Ini patut Anda waspadai. Begitu pula dengan ekstensi lainnya.

Untuk exe, karena ia format paling umum saat ini untuk Windows, maka kewaspadaan terhadapnya secara umum kita rendahkan daripada yang lain. Namun perlu diingat, jika tiba-tiba ada nama file yang sangat aneh semisal pfgrthx.exe (yang kesannya asal-asalan; meskipun exe), maka Anda patut waspada. Itu bisa jadi virus yang bisa mengubah-ubah nama file-nya sendiri.

Format pif, com, bat, biasa digunakan di MS-DOS. Itu masa lalu Windows yang masih bisa berjalan bahkan di Windows XP. Format itu sama dengan exe hanya saja exe lebih populer saat ini. Format scr adalah format asli screensaver Windows. Jadi screensaver itu aslinya ya file seperti exe, tapi formatnya scr. Ini banyak sekali dimanfaatkan oleh pembuat virus. Format inf dan db itu berasal dari konvensi Windows sendiri yang masing-masingnya memiliki fungsi. Jika Anda ingat Thumbs.db maka Anda akan cepat mengerti. Format vbs itu miliknya Microsoft Visual Basic Script yang sesungguhnya sangat berguna untuk melakukan suatu otomasi kerja (misalnya meng-copy isi hard disk ke hard disk lain setiap 1 minggu sekali) dan hal-hal lain tetapi juga dimanfaatkan pembuat virus untuk merusak. Format ini ditemukan untuk virus-virus yang dibuat dengan Visual Basic Script. Saya tidak bisa membahasnya lebih dalam, karena itu silakan Anda merujuk ke yang lebih ahli.

Peringatan: tentunya tidak semua file yang berekstensi tersebut di atas pasti virus. Hanya saja jika Anda bukan programer, maka patutlah Anda mewaspadainya. Jelas karena mayoritas pengguna komputer bukan programer.

Cara masuknya
Satu-satunya penjelasan adalah menipu. Global sekali. Dan memang kata menipu inilah yang bisa menggambarkan seluruh perbuatan mereka. Bahasa Inggrisnya social engineering. Makanya membuat virus itu berdosa sekaligus berbahaya. Sebuah teknik yang biasa digunakan para penyerang profesional untuk mencuri password atau rekening bank orang. Anggapan global adalah autorun.inf tidak ada.

  1. Bunker mati, dan autorun juga mati. Namun pengguna tidak sadar ada file yang sudah disusupi oleh virus. File itu dieksekusi oleh pengguna. Akibatnya virus berjalan di memori. Bisakah Anda bayangkan gambar JPEG berisi virus? Harus bisa karena ini sudah mudah sekali dibuat pada zaman sekarang. Makanya banyak pengguna yang tertipu. Bayangkan juga MP3, FLV, EXE, dan format yang biasa Anda jalankan juga sama. Dan itu semua bisa dilakukan oleh para pembuat virus. Menipu sekali, bukan?
  2. Bunker hidup, autorun mati. Virus membuat file-file exe yang ikonnya folder. Nama filenya diserupakan dengan folder-folder Anda. Saat yang sama, virus menerapkan SYSTEM + HIDDEN kepada folder-folder Anda. Maka Anda akan tertipu karena gambar folder yang sama tapi sebenarnya file yang berbeda. Anda jalankan tanpa rasa bersalah. Akibatnya virus bisa menempati memori. Menipu juga, bukan?
  3. Tidak perlu bunker-bunkeran. Ketika Anda memasuki sebuah situs web, dengan sebuah browser, ada elemen ActiveX[1][2][3][4][5]  yang dieksekusi otomatis ke dalam komputer Anda. Hanya dengan satu kunjungan virus berjalan. Menipu apa bukan?
  4. Tidak perlu bunker-bunkeran. Ketika Anda memasuki suatu situs web, ada hijacker[6] (saudara jauh virus) yang membajak browser Anda lalu melakukan hal-hal yang merusak. Misalnya mengambil password Anda.
  5. Tidak perlu bunker-bunkeran. Ketika orang menginstal aplikasi berbayar versi bajakan, atau menjalankan crack atau aplikasi generator serial number, dia akan menjalankan trojan horse (saudara jauh virus juga) atau worm (sama) yang dapat menghapus seisi komputernya. Atau mungkin minimal menginfeksi komputer sehingga tidak bisa booting ke Windows kecuali diinstal ulang. Saya nasihatkan pembaca seluruhnya membuang mindset aplikasi bajakan dan bertahan sekuatnya dengan aplikasi yang legal (baik yang berbayar, trial, freeware, donationware, terutama open source)[7]. Itu lebih baik buat Anda.

Sekian ini yang dapat saya tuliskan dari pengalaman saya. Silakan Anda bayangkan betapa menipunya cara-cara mereka di luar pemanfaatan autorun.inf. Dengan autorun.inf saja kita sudah berulang kali ditipu. Di luarnya ternyata ada lagi. Bahkan banyak sekali cara-caranya. Inilah yang dinamakan licik. Anda jangan sampai tertipu. Saya nasihatkan kepada semua pembuat virus agar segera berhenti dari perbuatannya karena itu merupakan dosa sekaligus merugikan orang lain. Lagipula cara itu tidak gentleman serta sangat memalukan sebagai laki-laki. Dan jika pembaca punya pengetahuan lain mengenai ini, silakan beri tahukan kepada saya. Insya Allah bermanfaat.



bersambung...

___________

Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 7


Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 6.

Kita telah mengetahui 4 cara kerja dasar virus. Dari situ kita paham kalau virus juga aplikasi. Kita pun telah mengetahui adanya kemampuan merasuki pada virus. Kemampuan ini mengakibatkan file, program, dan dokumen kita termasuki oleh virus sehingga kalau kita buka, virus juga otomatis terbuka. Sekarang saya mau membayar utang saya ini yaitu cara menghalaunya.

Bagaimana menghalau kemampuan merasuki?
Secara umum, saya sendiri memiliki 4 pilihan cara menghalaunya. Bebas dipilih yang mana.
  1. Mematikan kemampuan Windows Autorun.
  2. Mematikan bunker Windows.
  3. Mengubah file agar mustahil dirasuki oleh virus.
  4. Menggunakan antivirus.

Namun karena fokus tulisan ini bicara tanpa antivirus, maka pilihan 4 diabaikan dahulu. Adapun cara-cara lain, jika Anda memiliki, silakan digunakan. Terima kasih sekali kalau mau diberitahukan kepada saya.


Penjelasannya?
Mematikan Windows Autorun: saya tidak pernah melakukannya. Namun cara ini akan sangat bagus dalam menghalau virus autorun.inf. Karena mayoritas virus kita mengandalkan autorun.inf, maka cara ini adalah yang paling ampuh.

Mematikan bunker Windows: cara inilah yang selalu saya gunakan. Saya tidak peduli tampilan Windows jadi kurang sedap atau apa pun. Yang penting aman. Cara ini telah saya tuliskan di Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 5. Pokoknya Folder Options > tab Views > atur. Cara ini adalah penyempurna yang sebelumnya.

Mengubah file: cara ini sering saya lakukan untuk aplikasi yang saya siapkan dalam flash disk saya. Cara mengubah ada 2, rename dan kompresi. Misalkan, file Anda ccleaner.exe, ganti namanya jadi ccleaner.hewes atau ekstensi yang Anda karang sendiri. Akan datang insya Allah pembahasan mengenai virus, mengapa kita harus menamainya seperti itu. Kompresi, misalkan file Anda ccleaner.exe, gunakan WinRAR atau semisalnya untuk menjadikan dia ccleaner.zip atau ccleaner.rar atau ccleaner.tar.gz. Tujuannya adalah menjadikan file tidak disentuh oleh virus karena sampai sekarang saya masih aman-aman saja menjalankan aplikasi dari dalam ZIP. Globalnya, virus tidak merasuki aplikasi yang sudah dimasukkan ke dalam kantung ZIP/RAR. Semakin asing nama kompresinya, semakin mustahil virus merasukinya. Tentu cara ini mustahil diterapkan untuk aplikasi yang sudah terinstal di Windows.

Menggunakan antivirus: cara ini yang selalu saya gunakan pula ketika menggunakan Windows. Cara ini paling praktis. Antivirus akan menghalau setiap pergerakan virus untuk merasuki apa pun karena ia memonitor memori sehingga virus tidak bisa kabur. Tentunya itu hanya terjadi jika antivirus kita mengenali virus tersebut. Tentunya juga saya pilih-pilih antivirus. Namun dalam pembahasan kita ini, kita tidak mendetail membahasnya.



Apakah cara-cara ini tidak punya kelemahan?
Pasti punya. Tidak ada cara yang sempurna. Namun setidaknya ini sangat berguna untuk diri sendiri meminimalisir virus atau mengantisipasinya. Alhamdulillah.

Mematikan Windows Autorun: percuma saja kalau autorun mati, tapi pengguna ceroboh mengeksekusi file virus yang menyamar. Misalnya karena bunker masih hidup, si virus menyamar jadi file DOC. Namanya persis sama dokumensaya tapi ekstensinya .exe. Parahnya, karena bunker, kita cuma melihat ikon DOC-nya Microsoft Word tanpa tahu kalau itu sebenarnya .exe. Setelah diklik 2 kali, benar muncul Microsoft Word. Tapi si virus ikut berjalan. Atau tidak muncul Microsoft Word sama sekali, dan si virus berjalan. Minimal kita paham kelemahan ini untuk antisipasi. Maka berhati-hati adalah teknik jitu.

Mematikan bunker Windows: percuma saja bunker mati tapi autorun masih aktif. Kita bisa melihat segalanya tetapi keduluan oleh autorun.inf. Kebalikan sebelumnya. Jadi semestinya dua-duanya disetel yakni autorun mati & bunker juga mati.

Mengubah file: telah jelas.

Menggunakan antivirus: percuma saja kalau pengguna tidak mengerti cara menggunakan antivirus. Percuma juga kalau antivirus ada tapi lawas (tidak mengenali virus baru). Percuma juga ada antivirus tapi semua virus tetap bisa masuk (alias kurang jos). Jika bisa memanfaatkan dengan baik, antivirus akan berguna untuk pengguna. Sayangnya belum tentu pengguna bisa memanfaatkan semaksimal mungkin. Yang sering pengguna pasrah begitu saja pokoknya ada antivirusnya, atau pasrah apa yang dibilang antivirus pasti perlu dihapus (padahal ada yang namanya false alarm), atau menganggap baik suatu antivirus padahal sangat memberatkan komputer atau meniru memakai antivirus milik teman (padahal keadaan setiap orang berbeda). Boleh dibuktikan di mana saja. Akan datang insya Allah pembahasan khusus antivirus seperti yang sudah saya janjikan.

Itulah kelemahan-kelemahan yang bisa saja identifikasi saat ini. Semua alhamdulillah pernah saya alami. Pembahasan bab ini bersifat sangat global sehingga membutuhkan rincian lagi yang lebih dalam. Namun justru dari penjelasan kelemahan ini saya harap kita dapat memahami lebih bagus daripada sekadar dijelaskan keunggulan-keunggulan tekniknya saja. Pemahaman bagaimanakah yang diharapkan? Yaitu semakin banyak yang ditangkap, semakin banyak pula antisipasi yang bisa kita kerjakan. Dan ini sangat bermanfaat untuk membasmi virus tanpa antivirus. Insya Allah.


bersambung...

Menginstal WordPress di Komputer Sendiri (Blogging Offline)


Tulisan ini adalah editan dari esai dengan judul yang sama dari blog lama saya.



Blogging telah menjadi tren kini. Banyak yang telah mengenal internet memiliki blog. Blog adalah sarana komunikasi yang begitu mudah dan mengasyikkan, dan yang paling asyik adalah tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk memilikinya. Bagi Anda yang belum pernah membuat blog sendiri, sebaiknya mencoba dulu dengan layanan blog gratisan. Contoh yang sangat bagus untuk ini adalah WordPress. WordPress menawarkan berbagai fitur dan kemudahan yang sangat berlimpah untuk pemula. Dirinya juga memiliki komunitas yang sangat besar di seluruh dunia. Biasanya orang yang ingin membuat blog akan pergi ke WordPress.com untuk registrasi kemudian membuat blog. Tidak ada salahnya memang, namun bagi orang yang kantungnya tipis (seperti penulis) akan sangat banyak kehilangan uang untuk biaya internet. Anda yang ingin membuat blog tidak perlu belajar secara langsung di internet, bawa pulang saja WordPress ke komputer Anda di rumah.

Sebelum menginstall WordPress di komputer, jadikan dulu komputer Anda sebagai web server. Dan jangan lupa Anda haruslah mempunyai WordPress-nya. Web server yang akan kita gunakan adalah Apache Web Server, dengan bahasa pemrograman PHP serta database MySQL. Trio ini dapat Anda peroleh dalam satu paket bernama XAMPP yang bisa diperoleh dari (http://apachefriends.org/en/xampp.html). Ketiganya dibutuhkan untuk menjadikan komputer Anda sebagai server yang menampung WordPress nantinya. Oh. Iya! Jangan lupa Anda harus menyiapkan web browser untuk membuka duet PHP-MySQL dan menjalankan WordPress. Di sini saya menggunakan Mozilla Firefox 3.0, tetapi Anda bisa juga menggunakan web browser lain seperti Opera atau IE. WordPress bisa Anda peroleh dari WordPress.org (bedakan dari WordPress.com) Ketika tutorial ini dibuat, penulis menggunakan WordPress 2.6.5. Anda yang memperoleh Wordpress yang lebih baru atau lawas juga masih bisa mengikuti, karena langkah-langkahnya sama kok! Oke, kalau semuanya sudah beres mari kita mulai!

Menginstal XAMPP
1. Instal dulu XAMPP dengan klik ganda file installer-nya. Pada pilihan Services Section, pilih semuanya.


2. Kemudian setelah selesai, jalankan XAMPP Control Panel. Aktifkan service Apache dan MySQL.


3. Mari kita lihat hasilnya. Buka web browser, ketikkan http://localhost dan akan terlihat halaman utama XAMPP. Pilihlah English sebagai bahasa utama.



Mengkonfigurasi XAMPP untuk WordPress

1. Amankan database Anda dengan membuat username dan password dulu. Masuk ke http://localhost/security/index.php . Username dan password ini akan berguna untuk informasi file “wp-config.php” pada WordPress yang akan kita modifikasi. Untuk mudahnya, isikan saja password “123” karena kita hanya akan bekerja offline.

2. Masuk ke halaman buat database baru (http://localhost/phpmyadmin/) dengan klik pada phpMyAdmin.

3. Buat sebuah database baru dengan mengisikan “WordPress” pada box Create New Database.

4. Klik create dan sebuah database telah tercipta.


Mengapa kita membuat database? Karena database ini akan dipakai oleh WordPress untuk menyimpan data-data dan konfigurasinya. Jadi harus dibuat untuk mengorganisirnya. Anda dapat melihat perubahan pada combo box databases, di situ ada sebuah database baru bernama “WordPress”. Ingat-ingat nama database, username dan password tadi, karena dibutuhkan saat kita memodifikasi file wp-config. Kalau perlu, catat!



Menginstall WordPress
1. Ekstrak folder WordPress ke direktori htdocs tempat Anda menginstall XAMPP. Ingat, masukkan di folder ‘htdocs’. Gunakan aplikasi kompresi seperti IzArc atau WinZIP.

2. Sekarang, mari kita modifikasi wp-config.php. Perlu diketahui bahwa tidak ada file bernama seperti itu. Carilah file bernama “wp-config-sample.php” di direktori WordPress yang telah Anda ekstrak. Buka dengan aplikasi text editor seperti Notepad atau yang lain. Sebagai contoh, saya memakai IDE Bloodshed Dev C++ untuk mengeditnya. Tidak perlu bingung, semuanya sama saja.


3. Yang perlu diedit hanyalah nama database, username-nya database, dan password-nya. Yang lainnya tidak perlu diperhatikan. Gantilah DB_NAME dengan ‘WordPress’ (karena tadi kita memberi nama begitu pada database untuk ini), ganti DB_USERNAME dengan ‘root’, dan terakhir ganti DB_PASSWORD dengan ‘123′. Oke, simpan di direktori itu juga dengan nama “wp-config.php” dan konfigurasi selesai.

4. Instal WordPress dengan mengetikkan alamat http://localhost/wordpress pada browser. Oke, halaman instalasi akan muncul. Anda akan diminta mengisikan nama blog dan alamat e-mail Anda. Turuti saja.

5. Kemudian engine akan meng-generate username dan password secara random. Catat data penting itu.


6. Nah, saatnya login. Masuklah dengan memakai data login tadi, dan ya! WordPress telah menjadi milik Anda sepenuhnya. Mulailah berlatih blogging sekarang!!


Mulai Blogging

Begitu Anda mengklik tombol login, halaman dashboard akan menyapa Anda. Perhatikan bahwa tampilannya tidaklah berbeda jauh dari blog yang ada di WordPress.com. Ya, karena websitenya memang menggunakan engine ini. Kini mari kita berlatih membuat sebuah tulisan. Klik Write, dan mulailah menulis.


Tentukan judul, lalu isi tulisan Anda. Berikan tag untuk tulisan Anda. Tag adalah label untuk memudahkan search engine mengindeks dan mengategorikan tulisan Anda. Tag yang baik adalah tag yang menggambarkan isi tulisan. Jika tag yang Anda beri bagus, orang yang mencari artikel yang sesuai dengan yang Anda tulis akan berkesempatan memperoleh tulisan Anda. Apalagi jika tulisan Anda menempati urutan teratas hasil cari search engine, wah enak deh! Blog Anda akan cepat terkenal!


Berikan kategori yang jelas untuk blog Anda. Misalnya Anda membuat blog tentang komputer, Anda bisa membuat kategori seperti Windows XP, Windows Vista, Hardware, Processor, VGA, Linux, Jaringan dan lain sebagainya. Masukkan tiap post yang Anda buat ke kategori yang sesuai dengan temanya. Ini akan mempermudah pengunjung dalam memilah post yang paling ingin mereka cari di blog Anda.


Sudah? Terbitkanlah dengan mengklik tombol Publish. Anda bisa mengatur tanggal posting Anda melalui link Edit pada Published On. Anda bisa mengedit waktu diterbitkannya tulisan Anda. Jadi meskipun Anda terbitkan sekarang, tetapi tanggal terbitnya bisa sebelumnya ataupun sesudahnya.

Lihatlah hasil tulisan Anda dengan mengklik kanan pada View Site dan pilih Open Link in New Tab. Blog Anda dapat dilihat pada sebuah tab baru. Inilah mengapa saya memakai Firefox. Bagaimana? Senang? Tanpa diajari siapapun, hanya berbekal sebuah tulisan, Anda sudah bisa melakukan offline blogging secara gratis. Kini Anda sudah masuk ke kelas blogging di sekolah otodidak.


Penutup
Kemudahan telah berada di depan mata Anda. Kini Anda dapat berlatih blogging secara offline tanpa menghabiskan uang untuk biaya warnet. Dengan berlatih begini, Anda akan siap menghadapi blogging yang sebenarnya, ketika semua konfigurasi database, pemrograman, CMS-nya, upload, dan semuanya dilakukan sendiri. Anda akan mengetahui, paling tidak, cara membuat database baru. Dengan mengikuti tutorial ini, saya berharap Anda akan mampu mengelola resource dengan benar dan hemat. Manfaatkan semua waktu dan sumber daya yang ada sebaik mungkin. Ketika Anda telah menjadi semakin mahir, profesi full time blogger dapat saja tercapai. Dengan membiasakan diri offline blogging, Anda tidak akan merasa canggung ketika melakukan blogging yang sesungguhnya.
Sedikit cerita, penulis merasa senang sekali ketika pertama kali menginstall WordPress di PC lewat XAMPP. Rasa kantuk itu hilang kembali, sama seperti ketika baru pertama mencoba Ubuntu dan Narrator. Pertama kali mencoba, saya berbekal WordPress versi 2.1. Kemudian setelah dua hari, saya mengunduh versi 2.6.5 dari internet lalu mencobanya.

Menurut saya pribadi, instalasi ini sebenarnya sangatlah sederhana. Jadikan PC sebagai web server (XAMPP), masukkan WordPress ke direktori ‘htdocs’, ubah konfigurasi ‘wp-config.php’, dan semua selesai. Blogging hanya berjarak beberapa klik saja. Dengan melakukan ini, saya menjadi tahu bahwa sebenarnya untuk berpindah dari satu link ke link lain di WordPress ternyata membutuhkan waktu yang relatif lama. Kurang lebih dua detik. Jauh dari perkiraan saya bahwa jika koneksi internet yang sangat cepat, pindah halaman tulis ke setting pasti tidak sampai satu detik. Padahal Wordpress-nya tidak dijalankan online, berjalan sepenuhnya di PC lokal. Kesimpulan sederhananya, kalau di PC aja lambat gini, apalagi di internet? Hehehe ini cuma sekedar hipotesis guyonan. Jangan dipikirkan, mari ambil saja hikmahnya.

Penulis berharap tutorial ini berguna bagi siapa pun yang baca. Semoga Anda bisa menggunakan semua ini sebaik mungkin. Mulai saat ini, belajar internet tidak harus selalu terhubung ke jaringan. Kita bisa melakukannya secara lokal, asalkan tahu caranya. Tak ada sesuatu yang sulit asalkan kita mau mencoba. Ada komentar? Pertanyaan? Silakan berkomentar. Oke, tak ada kata lain yang patut diucap selain alhamdulillah. Semoga manfaat, dan selamat belajar!



Regards, Restava

Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 6


Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 5.

Sampai sini kita telah memahami bunker Windows dan bagaimana virus memanfaatkannya. Sekarang saya mau membayar utang saya yang cara kerja virus mengerjai kita. Di sini akan saya jabarkan 4 langkah sebelumnya dan apa samanya dengan aplikasi kita yang biasa.

Masuk ke komputer Anda
Jelas ini pasti dilakukan oleh semua virus. Tidak ada ceritanya dia bisa merusak isi komputer tanpa masuk dahulu. Bagaimanakah caranya? Dengan autorun.inf. Kita telah memahami ini. Saksikanlah, mayoritas virus yang masuk ke komputer kita memiliki autorun.inf. Meski ada saja cara-cara selain autorun.inf ini, kita pelajari dulu cara masuk paling umum. Akan datang insya Allah pembahasan mengenai cara-cara masuk yang lain.

Persamaan dengan aplikasi kita: sama-sama harus dimasukkan dulu sebelum bisa berjalan. Cuma, mayoritas aplikasi kita harus diinstal dulu baru bisa dijalankan. Itu pun dengan klik 2 kali. Klik 2 kali ini dinamakan eksekusi. Sama, virus juga begitu. Cuma, eksekusi virus dilakukan sendiri oleh Windows karena ada autorun.inf.


Menjalankan dirinya (sama dengan klik 2 kali)
Jelas ini terjadi pada semua infeksi. Seperti yang telah dijelaskan, Windows juga berperan sebagai bunker dalam hal ini. Mana ada virus yang tidak menjalankan dirinya sendiri? Intinya adalah menjalankan dirinya sendiri dengan memanfaatkan 1) kelemahan Windows dan 2) kelalaian pengguna.

Persamaan dengan aplikasi kita: telah jelas.


Masuk ke memori sebagai proses
Segala jenis program jika dijalankan, maka pasti dia berjalan di tempatnya. Di mana? Di dalam memori. Umpamakan prosesor itu bos, hard disk itu lemari, software itu dokumen, dan memori itu mejanya bos. Kalau bos mau mengeksekusi (tanda tangan) dokumen, di mana bos melakukannya? Di meja. Sama dengan komputer kita. Semua aplikasi dimasukkan oleh Windows ke memori untuk dijalankan oleh prosesor. Entah prosesor Anda Intel atau AMD, sama. Entah RAM Anda merek Corsair atau Vision, sama juga. Dan entah hard disk Anda mau merek Barracuda atau Byson sekalipun, sama juga. Inilah cara kerja dasar komputer kita dalam menjalankan program.

Apa maksudnya? Aplikasi kita (exe) yang kita klik 2 kali, itu akan diangkat oleh Windows dan dimasukkan ke memori/ram. Di ram inilah dia bisa menjalankan fungsi-fungsinya, karena dibantu oleh prosesor. Maka dari itu, kadang komputer Anda lambat karena terlalu banyak aplikasi yang Anda jalankan. Kenapa? Karena ram punya ukuran maksimal (512 MB/1 GB/2 GB/dst.) sedangkan aplikasi yang Anda jalankan punya ukuran. Ada yang 100 MB, ada yang 500 MB, ada yang 100 KB, pokoknya punya ukuran. Lha kalau ukuran total semua aplikasi yang berjalan, menyamai ukuran maksimal meja si bos alias ram, maka kelabakanlah si bos alias prosesor. Sama dengan itu.

Si virus pun harus berada di memori untuk bisa melakukan kerjanya. Dia bisa memantau adanya flash disk, memantau aplikasi yang Anda jalankan, itu semua dari ram. Karena dia ada di ram, maka dia bisa tahu aplikasi yang Anda jalankan. Karena sudah satu tempat.

Persamaan dengan aplikasi kita: telah jelas.


Melakukan kerjaan mengerjai Anda
Kalau sudah berada di ram, virus bisa melakukan fungsi-fungsinya. Misalnya meng-copy dirinya ke flash disk Anda. Biasanya yang mereka lakukan adalah memonitor apa saja yang dimasukkan ke port USB, memonitor apa saja yang Anda jalankan, memonitor apa yang Anda buka, melihat jam Anda (misalnya dia ingin men-shut down setiap 10 menit), dan lain-lain.

Persamaan dengan aplikasi kita: aplikasi kita kalau sudah berada di ram, dia bisa menjalankan fungsi-fungsinya juga. Tergantung kita, kita mau dia mengerjakan apa. Misalnya Microsoft Word, dia kalau sudah dijalankan, kita bisa memerintahkan dia untuk menyimpan, menghapus, menggarisbawahi, dan lain-lain yang merupakan fungsinya. Cuma, virus bisa melakukan fungsi-fungsinya tanpa perlu diperintah oleh kita.


Sampai di sini utang saya lunas dan kita telah memahami 4 cara kerja dasar virus. Yang ingin saya tampakkan di sini adalah betapa samanya virus dengan aplikasi-aplikasi kita. Sehingga diharap nanti kalau mau membasmi virus, ya lakukan sebagaimana mematikan aplikasi biasanya. Secara global begitu.



bersambung...

Friday, August 24, 2012

Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 5

Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan Kiat Membasmi Virus Tanpa Antivirus 4.

Sebelumnya kita telah memahami fasilitas persembunyian Windows (bunker) dan virus stealth. Saatnya membahas kelemahan stealth-nya virus.

Seandainya Anda sudah mengatur agar Windows membiarkan semua file agar terlihat baik tubuhnya maupun ekstensinya, Anda akan langsung melihat semua file virus di dalam flash disk Anda.

Inilah kelemahan besar stealth. Dan jika file virus sudah bisa dilihat, shift+del akan memusnahkannya permanen sebelum dia beraksi. Memang Windows memiliki bunker seperti yang sudah saya jelaskan, tetapi kita bisa mengatur bunker itu agar tak berfungsi. Inilah peran Folder Options.

Lebih Lanjut?
Silakan lihat skenario ini.
  1. Virus yang memiliki tag SYSTEM+HIDDEN akan terlihat file-nya.
  2. Virus yang menyamar sebagai folder akan terlihat ekstensinya misalnya dirinya.exe. Mana ada folder punya ekstensi?
  3. Virus yang menyamar menjadi dokumen Word akan terlihat pula. Ikonnya saja yang Word tapi aslinya dia virus. Mana ada dokumensaya.exe?

Bagaimana mengatur bunker?
Buka saja Folder Options dari Windows Explorer Anda. Pengguna Windows XP bisa memperolehnya dari Menu Tools. Windows Seven dari Menu Organize. Tampilannya seperti ini:



Pengaturan terbaik:
  1. Cawang pilihan Show hidden files.
  2. Buang semua cawang di ketiga opsi Hide... di bawahnya. Nanti kalau ada dialog, pilih Yes/OK.

Pengaturan ini akan menonaktifkan bunker. Akibatnya semua file akan telanjang dan tidak boleh sembunyi-sembunyi lagi. Ini langkah yang selalu saya tempuh dalam menangani virus-virus di komputer saya dulu.

Efeknya apa?
Memang seluruh file di komputer Anda akan langsung terlihat jati dirinya yaitu:
  1. Yang tag-nya SYSTEM+HIDDEN akan tampak dengan ikon yang transparan. Meski transparan, tapi yang penting tampak semuanya.
  2. Yang aslinya tidak terlihat ekstensinya, jadi terlihat. Misalnya winamp.exe, shortcut.lnk, kernel32.dll, autorun.inf, virus.pif, command.com, dsb.
  3. Pastinya akan tidak enak dilihat pada awalnya.

Namun inilah jalan untuk menghalau setiap virus yang akan masuk komputer kita.

Apakah kiat 5 ini tidak memiliki kelemahan?
Pasti punya. Ada jenis virus yang lebih ganas yang menonaktifkan Folder Options atau minimal menghilangkan tab Views pada Folder Options yang tujuannya sama: memotong akses kita ke pengaturan Windows Hidden. Ya biar stealth-nya tidak diganggu.

Hal ini bisa dilakukan oleh virus dengan manipulasi registri. Susah melawannya jika tidak tahu registri mana yang mesti diubah. Namun bisa diakali dengan menggunakan software bantu agar mengaktifkan Folder Options tanpa kita mengubah registri. Nama software-nya Killer Machine, yang telah saya sebut di Daftar Aplikasi Pembasmi Virus. Tidak perlu pusing dulu memikirkan ini. Yang penting diketahui dulu langkah mematikan bunker Windows.

Apa kesimpulan bab 5 ini?
Ini bukan kesimpulan final. Namun ini akan membantu kita memahami.
  1. Windows menyediakan fasilitas perlindungan untuk virus.
  2. Virus memanfaatkan fasilitas Windows untuk menyerangnya.
  3. Kita bisa mematikan fasilitas perlindungan Windows itu.
  4. Pengetahuan pengguna akan Windows dan virus itu penting.

bersambung...