Wednesday, August 15, 2012

Belajar Komputer untuk Orang Awam


Bismillahirrahmanirrahim. Apakah Anda merasa belum paham komputer? Apakah Anda ingin mempelajari komputer untuk mencari nafkah di era teknologi ini? Apakah Anda termasuk pemalu untuk bertanya? Anda ingin mengetahui apa yang banyak diketahui masyarajat mengenai komputer? Percayalah Anda bisa memperolehnya. Di sini saya ingin tuliskan sedikit pengalaman ini sebagai bekal untuk Anda dalam mempelajari komputer secara mandiri (otodidak). Semoga dengan artikel kecil ini, Anda mencapai tahap bisa melanjutkan belajar sendiri. Minimal Anda tahu ke mana melangkah dalam belajar.

Sedikit dari saya: saya yakin artikel seperti ini akan banyak dilewatkan penulis di mana saja. Tidak akan banyak orang yang bisa sekaligus mau menuliskannya. Namun kenyataannya masih banyak orang yang ingin belajar tetapi mereka:

  1. pemalu
  2. awam (kurang mengenal komputer)
  3. tidak punya teman belajar.

Mau apa kita? Kita ejek mereka? Oh, tidak. Sekali lagi tidak. Itu tidak bijak. Ajarilah mereka. Barangkali salah satu dari mereka adalah orang tua kita atau saudara-saudara kita. Dan posisi saya di sini hanya menuliskan apa yang saya berhasil memahami komputer (dalam ukuran saya sendiri) dengannya. Saya bukan ahli komputer, tetapi saya mendapatkan banyak hal mengenai komputer yang itu cukup buat saya untuk membantu diri sendiri dalam menyelesaikan masalah komputer dan alhamdulillah membantu teman-teman saya. Buktinya, blog ini adalah hasil belajar saya. Berapa banyak teman kita yang belum tahu cara membuatnya? Nah, memberikan pijakan-pijakan dasar memahami komputer inilah tujuan saya menulis ini. Saya menulisnya poin per poin agar gampang dipahami. Semoga bermanfaat.


Mengesampingkan Definisi
Di luar perkomputeran[1], Anda bisa diwajibkan mengetahui definisi-definisi. Namun di bidang komputer, tidak selalu Anda dituntut paham definisi. Ketahuilah ini dulu. Yang penting Anda paham cara kerja dulu, baru nanti definisi Anda ketahui.

Banyak sekali Anda akan temukan istilah-istilah dalam dunia perkomputeran ini. Misalnya saja FSB, clock, HDMI, protocol, installer, eksekusi, dan macam-macam. Anda tidak dituntut mengerti semuanya. Pikirkan yang diperlukan, jangan yang dituntutkan. Anda tidak butuh penjelasan Front Side Bus, melainkan sekadar tahu ia adanya di bagian motherboard[2] komputer. Anda tidak dituntut paham betul protocol, cuma saja perlu tahu kalau http itu termasuk protocol.

Dan jika Anda menemukan suatu pembicaraan berisi istilah-istilah yang susah, teruskan saja pembahasan itu dengan berusaha mengait-ngaitkan bahasan dengan istilah yang disebutkan. Jangan dihindari karena itulah lahan kita untuk mulai memahami komputer.


Mengesampingkan Rasa Takut

Ayah saya pernah mengatakan: “Kalau kamu takut mencobanya, kamu tidak akan pernah bisa. Rusak urusan belakang.” Sebuah nasihat yang mengguncang saya yang masih < 10 tahun waktu itu. Dan itu saya pakai sampai usia saya 19 tahun saat ini. Dan alhamdulillah berhasil.

Hilangkanlah rasa takut dalam mencoba suatu program komputer. Cerita meledaknya komputer hanyalah khurafat (dongeng). Buktinya, tidak pernah komputer saya rusak hanya karena saya mencoba-coba. Malah dari situlah saya paham cara bekerja komputer itu bagaimana. Dari situ saya kenal kaidah-kaidah yang berguna sekali. Akan datang pembahasannya. Pokoknya, hilangkan rasa takut mencoba program-program komputer yang ada[3].



Mengenal Dua Besar
Komputer dipelajari dalam 2 bagian besar: software dan hardware. Anda harus tahu hal ini. Sekali lagi, Anda tidak dituntut merinci pengertian keduanya. Anda cukup tahu software cirinya begini dan hardware begini.

Software itu perangkat lunak, istilah untuk menyebut sesuatu yang tidak bisa disentuh tapi bisa dikendalikan dan sesuatu ini bisa menghasilkan. Microsoft Word termasuk software, dan setiap yang Anda klik dengan mouse di komputer pasti software. Pengertian software sesungguhnya panjang, tetapi Anda cukup tahu ringkas saja kalau software berada di dalam hardware dan ia dikendalikan oleh kita. Software banyak macamnya, dan kegunaan software sangat beragam mulai menggambar sampai mempromosikan usaha Anda ke seluruh dunia. Software harus diinstal (dimasukkan ke komputer) untuk bisa dipakai. Cukup ini pengertian dasarnya.

Hardware itu perangkat keras, istilah untuk menyebut sesuatu yang bisa disentuh dan bisa dikendalikan dan tidak berfungsi kecuali dengan software. Mouse dan keyboard termasuk hardware. Dan setiap yang bisa Anda pegang adalah hardware. Anda cukup tahu ringkas saja kalau hardware secara keseluruhan memiliki pusat yang disebut prosesor. Prosesor adalah benda kotak yang berada di dalam kotak casing cpu. Prosesor ini yang menerima klik-klik Anda sehingga menjadikan semua software bisa berjalan.

Bedakanlah antara keduanya lalu ambil satu. Saya pribadi mengambil bidang software karena merasa lebih cocok di situ.



Membacalah
Hukum klasik nomor satu di segala bidang ilmu. Adakah ilmu yang di dalamnya malah dilarang membaca? Jika ada maka ketahuilah itu pasti ilmu gak nggenah. Namun di perkomputeran, percayalah, Anda tidak lepas dari membaca. Membacalah karena itu menambah wawasan Anda. Dari membaca ini saya mengetahui lebih dulu segala yang orang sekitar saya belum tahu. Bahkan saya mendapatkan bermacam wawasan yang saat ditanyakan ke orang yang telah duluan belajar, dia tidak tahu. Dia tidak tahu karena tidak membaca, saya tahu -alhamdulillah- karena membaca. Suatu keindahan. Bagi Anda yang awam tapi hobi baca, bersyukurlah. Saya yakin Anda akan cepat sekali menyerap wawasan baru.

Namun apa yang mesti Anda baca? Tentu tulisan-tulisan yang berhubungan dengan komputer. Bisa saja dari buku, majalah, pamflet, internet, atau apa saja. Saya tidak menyarankan Anda baca semuanya. Jika Anda sanggup, pilah-pilahlah yang baik dari yang buruk. Karena bagi saya muslim, tidak semua isi majalah bisa diterima. Ada saja yang iklannya tak senonoh. Maka selektiflah dalam membaca.




Kaidah Pasti Mudah
Insya Allah inilah inti utama dari seluruh tulisan saya ini. Inilah kaidah yang saya pegang sejak kecil secara global untuk segalanya, tidak terkecuali bidang komputer. Kaidah apa ini? Kaidah ini saya yakin tidak akan Anda temukan di mana pun bahkan di kitab fikih. Kaidah ini saya rumuskan bahwa segala bentuk produk teknologi khususnya software pasti mudah untuk kita.

Produsen membuat software untuk kita konsumen. Dan mereka pasti berusaha untuk memudahkan konsumennya. Pasti seperti apa pun software-nya, di situ ada kemudahan untuk kita. Secara global semua software pasti mudah. Kemudahan software ini kita pakai global untuk segala software dan jika ada software yang tampilannya susah, maka setiap kesulitan itu pasti punya kunci yang menjadikannya mudah. Saya pegang kaidah ini sampai sekarang dan dengan ini saya mudah memakai Linux yang kata orang susah itu. Pakailah ini dan buktikanlah kalau mudah belajar komputer itu.

Kalaupun belum ketemu kuncinya itu, coba-coba saja. Kembalikan saja kepada kaidah global ini. Yakin saja semua software pasti mudah.

Begitu pun hardware. Kaidah ini tetap berlaku. Saya pernah membongkar komputer tanpa sedikit pun pengetahuan. Di setiap hardware, pasti ada jejak-jejak yang bisa dilacak, bisa dipikir. Jadinya kalau mau membuka komputer misal, lihatlah di tubuh komputer itu. Pasti ada lubang atau baut atau apa saja yang jadi kunci kita untuk membukanya. Perhatikan dan pastikan itu mudah.

Mudah-mudahan kita mudah belajar dengan memakai kaidah ini.


bersambung...

___________
[1] Di luar bidang komputer, misalnya ilmu agama Islam. 
[2] Motherboard = papan induk. Sebuah papan yang isinya mesin-mesin komputer termasuk prosesor.
[3] Tentunya risiko di tangan Anda. Saya tidak ikut bertanggung jawab kalau ada kerusakan. 

2 comments:

  1. mantap mas malsasa :D
    saya pernah dulu takut sekali untuk mencopot salah satu huruf yang ada di keyboard di laptop saya karena takut patah. lamaaa sekali saya tidak pernah mau untuk mencobanya hingga suatu saat akhirnya terpaksa harus saya lakukan juga.ternyata benar, sebetulnya gampang dan ga patah sama sekali. intinya di mindset sih ya

    ReplyDelete
  2. Sama, Kang.

    Tanpa keberanian, saya juga tak mengerti cara kerja Windows. Alhamdulillah.

    Dan tanpa keberanian, seseorang takkan jadi sepertimu, yaitu mau menggunakan Linux.

    Kadang teknologi informasi dipelajari dengan keberanian, bukan dengan wawasan. Lihat saja para otodidak :) Seperti Anda sendiri, Kang. Hehehe.

    ReplyDelete

Blog saya dofollow. Silakan berkomentar dengan akhlak yang mulia. Usahakan berkomentar dengan bahasa yang cantik jangan yang singkatan.